Gencatan Senjata Thailand-Kamboja Renggang di Hari Pertama

The Guardian

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Thailand tuduh Kamboja langgar gencatan senjata, Kamboja bantah. Kedua pihak tetap berkomitmen lanjutkan dialog damai.
 
Thailand dan Kamboja menyepakati gencatan senjata tanpa syarat pada Senin setelah hampir sepekan bentrokan mematikan di perbatasan. Pertemuan antara kedua pemimpin berlangsung di Putrajaya, Malaysia, dengan mediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selaku ketua ASEAN. Gencatan senjata dijadwalkan berlaku mulai tengah malam hari itu.
 
Namun, pada Selasa, pemerintah Thailand menuduh Kamboja melanggar kesepakatan dengan melancarkan serangan ke sejumlah titik di wilayah Thailand. Thailand menyebut serangan itu memaksa mereka untuk merespons secara tegas. Kamboja membantah tuduhan tersebut dan menyatakan pasukannya mematuhi sepenuhnya perintah gencatan senjata.
 
Kesepakatan ini juga didukung oleh Amerika Serikat dan Tiongkok, dengan tekanan signifikan dari mantan Presiden AS Donald Trump. Trump mengklaim perannya dalam mediasi dan menyebut telah menyelamatkan banyak nyawa melalui kesepakatan damai tersebut. 
 
Kedua pihak menyatakan komitmen untuk melanjutkan dialog guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Konflik ini dipicu oleh sengketa perbatasan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun dan kembali memanas sejak pertengahan tahun ini, menyebabkan puluhan korban jiwa dan ratusan luka-luka.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...