M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Kecelakaan funikular Elevador da Glória di Lisbon menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 20, termasuk warga asing. Gerbong tergelincir dan menabrak bangunan. Pemerintah Portugal tetapkan hari berkabung nasional, sementara penyebab insiden masih diselidiki.
Intinya… Kecelakaan funikular Elevador da Glória di Lisbon menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 20, termasuk warga asing. Gerbong tergelincir dan menabrak bangunan. Pemerintah Portugal tetapkan hari berkabung nasional, sementara penyebab insiden masih diselidiki.
Portugal tengah berduka setelah kecelakaan fatal menimpa funikular Elevador da Glória di Lisbon pada Rabu (3/9) malam. Gerbong kuning-putih yang menjadi ikon wisata ibu kota itu tergelincir saat menuruni bukit curam dan menabrak bangunan di dekat Avenida da Liberdade. Sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka, termasuk seorang anak, dengan lima di antaranya dalam kondisi kritis.
Insiden terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Salah satu dari dua gerbong funikular kehilangan kendali, terguling, dan menghantam bangunan di jalan sempit berbatu. Video amatir dan rekaman media memperlihatkan gerbong yang ringsek di sudut lorong sempit, sementara gerbong lain berhenti di bawah jalur. Petugas darurat segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban.
Beberapa saksi mata menggambarkan momen mengerikan itu. Teresa d’Avó mengatakan gerbong melaju “tanpa rem” dan menabrak gedung dengan keras. Turis Kanada, Helen Chow, mendengar decitan keras sebelum melihat penumpang melompat keluar dari jendela trem. Sementara Eric Packer, turis asal Amerika, menggambarkan suara benturan seperti “truk sampah menjatuhkan batu,” hanya beberapa menit setelah ia dan temannya batal menaiki funikular tersebut.
Korban tewas termasuk pengemudi funikular, André Jorge Gonçalves Marques. Menurut otoritas, sebagian besar korban luka merupakan warga asing dari Kanada, Prancis, Jerman, Maroko, Spanyol, Swiss, dan Italia. Proses identifikasi masih berlangsung, dengan tim forensik dari berbagai wilayah Portugal dikerahkan untuk mempercepat autopsi dan konfirmasi identitas.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengenai kabel penghubung yang terlepas belum dikonfirmasi. Wali Kota Lisbon, Carlos Moedas, menegaskan “kota ini butuh jawaban” dan memerintahkan penghentian operasi seluruh funikular di kota, termasuk Elevador da Bica, hingga penyelidikan selesai dan inspeksi teknis dilakukan.
Perusahaan transportasi Carris, operator funikular, menyatakan seluruh protokol pemeliharaan telah dijalankan. Perawatan besar terakhir dilakukan pada 2022, pemeriksaan tengah periode pada 2024, serta pengecekan rutin harian dan mingguan. Meski demikian, Carris tetap membuka investigasi internal untuk mencari kemungkinan kelalaian atau kerusakan teknis yang luput dari pemeriksaan.
Perdana Menteri Luís Montenegro menyebut tragedi ini sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah Portugal. Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional dan berjanji membantu pemulangan jenazah korban asing. Sementara itu, warga dan wisatawan meletakkan bunga di lokasi kejadian, menjadikan jalan berbatu yang biasanya ramai itu sebagai tempat duka cita bagi sebuah simbol sejarah Lisbon yang kini berubah menjadi saksi tragedi.


