M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Presiden Prabowo menghadiri Sidang Umum PBB ke-80 di New York, membawa misi reformasi global, dukungan Palestina, dan pembangunan berkelanjutan. Kehadirannya menegaskan peran Indonesia sebagai pemimpin Global South, memperkuat diplomasi perdamaian, dan memperkenalkan semangat Bhinneka Tunggal Ika ke dunia.
Intinya… Presiden Prabowo menghadiri Sidang Umum PBB ke-80 di New York, membawa misi reformasi global, dukungan Palestina, dan pembangunan berkelanjutan. Kehadirannya menegaskan peran Indonesia sebagai pemimpin Global South, memperkuat diplomasi perdamaian, dan memperkenalkan semangat Bhinneka Tunggal Ika ke dunia.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara John F. Kennedy, New York, pada Sabtu, 20 September 2025, pukul 16.50 waktu setempat untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-80. Ia didampingi putranya Didit Hediprasetyo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta sejumlah pejabat termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani.
Rombongan disambut oleh Wakil Tetap RI untuk PBB Y.M. Umar Hadi dan Brigjen Felix Lumban Tobing sebelum menuju hotel di Manhattan. Di sana, Presiden bertemu diaspora Indonesia, mahasiswa, dan perwakilan KJRI, PTRI, serta KBRI yang memberikan sambutan hangat.
Kehadiran langsung Presiden di forum PBB menjadi momen penting setelah sepuluh tahun Indonesia sering diwakili pejabat lain. Ini mengingatkan pada pidato bersejarah Presiden Sukarno tahun 1960 yang menegaskan peran Indonesia dalam perdamaian dunia.
Pada Selasa, 23 September 2025, Prabowo dijadwalkan berpidato urutan ketiga dalam Debat Umum, setelah Presiden Brasil dan Amerika Serikat. Sekretaris Kabinet menegaskan forum ini penting untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South dan mendorong reformasi tata kelola dunia. Sebelum debat umum, Presiden akan hadir dalam pertemuan Two States Solution untuk menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Agenda ini menunjukkan komitmen Indonesia menjaga perdamaian internasional.
Diaspora Indonesia berharap pidato Presiden membawa pesan persatuan dan perdamaian global. Mahasiswa Brein Sitohang menilai semangat Bhinneka Tunggal Ika layak diperkenalkan sebagai contoh toleransi dan kerukunan di panggung dunia.
Dalam pidatonya, Prabowo diperkirakan menyoroti dukungan bagi Palestina, reformasi global, dan pembangunan berkelanjutan. Kehadirannya menegaskan komitmen Indonesia memperkuat kerja sama internasional dan membawa semangat Unity in Diversity ke dunia.


