M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Bandung berhasil menduduki peringkat ke-3 sebagai destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia tahun 2025 versi Agoda. Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi lanskap pegunungan, kuliner, dan arsitektur bersejarah yang kini mulai mengalihkan perhatian turis dari kota-kota besar utama. Hingga kuartal III 2025, Bandung telah mencatat 6,5 juta kunjungan wisatawan, di mana 60% aktivitas didominasi oleh wisata kuliner. Tren ini mempertegas posisi Bandung sebagai primadona baru bagi pelancong internasional yang mencari pengalaman autentik.
Intinya… Bandung berhasil menduduki peringkat ke-3 sebagai destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia tahun 2025 versi Agoda. Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi lanskap pegunungan, kuliner, dan arsitektur bersejarah yang kini mulai mengalihkan perhatian turis dari kota-kota besar utama. Hingga kuartal III 2025, Bandung telah mencatat 6,5 juta kunjungan wisatawan, di mana 60% aktivitas didominasi oleh wisata kuliner. Tren ini mempertegas posisi Bandung sebagai primadona baru bagi pelancong internasional yang mencari pengalaman autentik.
Bandung, ibu kota Jawa Barat, resmi dinobatkan sebagai salah satu dari lima destinasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia untuk turis internasional pada tahun 2025. Tempo melaporkan, berdasarkan peringkat New Horizons yang dirilis oleh platform perjalanan digital Agoda, Bandung menempati posisi ketiga, hanya berada di bawah Sapa (Vietnam) dan Okayama (Jepang).
Peringkat ini disusun dengan membandingkan data pemesanan akomodasi internasional dari Januari hingga November 2025 terhadap periode yang sama di tahun 2024. Munculnya Bandung di papan atas menandakan adanya pergeseran minat wisatawan global menuju kota-kota sekunder (secondary cities).
Menurut Agoda, ada beberapa faktor kunci yang membuat Bandung semakin diminati oleh pasar internasional:
- Keindahan Alam: Lokasi pegunungan yang menawarkan pemandangan asri.
- Iklim: Suhu udara yang lebih sejuk dibandingkan kota metropolitan lainnya di Asia Tenggara.
- Warisan Budaya: Arsitektur era kolonial yang terjaga dengan baik serta kekayaan budaya lokal.
- Wisata Kuliner: Menjadi magnet utama yang sulit ditandingi oleh destinasi lain.
Pemerintah Kota Bandung melaporkan lonjakan signifikan dalam jumlah kunjungan. Hingga kuartal ketiga tahun 2025, tercatat sekitar 6,5 juta kunjungan wisatawan telah mengalir ke Kota Kembang.
Data tersebut menunjukkan distribusi aktivitas wisatawan sebagai berikut:
- Wisata Kuliner: Menyumbang 60% dari total aktivitas pengunjung.
- Belanja & Fashion: Tetap menjadi pilar pendukung ekonomi kreatif kota.
- Wisata Warisan (Heritage): Mulai menunjukkan peningkatan minat yang stabil.
Jay Lee, Direktur Regional Agoda untuk Asia Utara, mencatat bahwa wisatawan internasional kini lebih aktif mencari pengalaman yang "autentik dan imersif" di luar pusat wisata tradisional. Selain Bandung, beberapa destinasi seperti Ko Phangan (Thailand) dan Nara (Jepang) juga mulai masuk ke dalam daftar 100 besar destinasi internasional, menandakan bahwa tren eksplorasi kota-kota kecil akan terus menguat hingga tahun 2026.
Prestasi Bandung ini menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha lokal dan pemerintah untuk terus meningkatkan infrastruktur guna menyambut gelombang wisatawan yang lebih besar di masa depan.


