Menteri PU Tinjau Penanganan Fenomena Sinkhole di Aceh Tengah

Screenshot

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Menteri PU meninjau sinkhole di Aceh Tengah untuk menangani aliran air bawah tanah yang memicu rongga jalan. Langkah teknis segera diambil guna menyelamatkan jalur ekonomi dan memitigasi dampak kerugian masyarakat.
 
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi lubang raksasa atau sinkhole di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah pada Jumat (06/02/2026) sebagai tindak lanjut atas ancaman pergerakan tanah yang meluas. Kunjungan ini dilakukan bersama Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga untuk melihat langsung kondisi infrastruktur jalan dan area perkebunan warga yang terdampak fenomena alam tersebut.Penanganan cepat segera dilakukan untuk mencegah kerusakan meluas mengingat lokasi ini merupakan urat nadi ekonomi dan sentra perkebunan masyarakat.
 
Hasil kajian bersama Universitas Syiah Kuala mengungkapkan bahwa pemicu utama sinkhole ini adalah adanya aliran air bawah tanah yang masuk ke area gua dan membentuk rongga di bawah permukaan jalan. Meskipun wilayah Aceh Tengah didominasi tanah vulkanik yang padat, intensitas hujan ekstrem akibat Siklon Senyar pada akhir tahun lalu meningkatkan infiltrasi air secara drastis. Proses pelarutan mineral dan pengikisan material halus ini menyebabkan tanah kehilangan daya dukung hingga akhirnya runtuh secara tiba-tiba.
 
Menteri PU menegaskan bahwa fokus utama penanganan melalui metode grouting serta penguatan struktur tanah di sekitar jalan utama. Langkah teknis ini mencakup penutupan gua basah dan penanganan alur sungai agar aliran air tidak lagi mengarah ke rongga bawah tanah yang membahayakan. Pemerintah berkomitmen menyelamatkan ruas jalan sepanjang 400 meter agar aktivitas transportasi logistik masyarakat tidak terputus dan beralih ke jalur alternatif yang jauh lebih jauh.
 
Bupati Aceh Tengah menekankan bahwa kegagalan penanganan infrastruktur ini dapat berdampak langsung pada inflasi daerah akibat terganggunya distribusi komoditas perkebunan seperti cabai. Respon dari kementerian terkait, diharapkan stabilitas tanah dapat kembali terjaga sehingga kerugian ekonomi masyarakat yang lebih besar dapat dihindari.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...