Trump Serang Netflix, Sarandos Balas Tegas

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Trump menyerang Netflix terkait Susan Rice dan mengancam regulasi di tengah proses akuisisi Warner Bros. Discovery. Netflix melalui Ted Sarandos menegaskan merger bersifat bisnis murni, membantah intervensi politik, serta berjanji menjaga komitmen jendela tayang bioskop 45 hari.
 
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi dengan menyerang industri hiburan, khususnya Netflix dan Warner Bros. Discovery. Serangan itu dipicu keberadaan Susan Rice di dewan direksi Netflix serta pernyataannya dalam podcast yang menyinggung korporasi yang dianggap “tunduk” pada Trump.
 
Dalam laporan Variety, Trump secara terbuka mendesak Netflix segera memecat Rice. Ia bahkan mengancam akan meninjau ulang regulasi hingga mencabut hak operasional tertentu jika perusahaan tersebut tetap dianggap menjadi “alat politik”. Trump juga memberi sinyal bahwa merger atau kesepakatan bisnis besar ke depan bisa dipersulit bila perusahaan hiburan tidak “berbenah”.
 
Kontroversi ini mencuat di tengah persaingan Netflix dan Paramount dalam proses akuisisi Warner Bros. Discovery. CEO Netflix, Ted Sarandos, menegaskan bahwa rencana merger tersebut murni kesepakatan bisnis dan berada di bawah pengawasan Departemen Kehakiman AS serta regulator Eropa.
 
Sarandos menyatakan akuisisi itu merupakan merger vertikal yang akan memperkuat investasi konten orisinal dan industri Hollywood. Ia juga menepis kekhawatiran bahwa langkah Netflix akan merugikan bioskop, sekaligus membantah klaim sutradara James Cameron yang sebelumnya mengkritik potensi pemangkasan jendela tayang.
 
Sarandos menegaskan komitmen Netflix untuk tetap memberi jendela tayang bioskop selama 45 hari bagi film-film Warner Bros. jika akuisisi berhasil. Ia menyebut kekhawatiran bahwa Netflix akan memperpendek masa tayang menjadi 17 hari sebagai kesalahpahaman.
 
Ketegangan ini memperlihatkan potensi gesekan antara kepentingan politik dan bisnis hiburan di tengah proses konsolidasi besar industri media global.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments