Pemerintah Siapkan Stimulus Atasi Lonjakan Plastik

CNBC Indonesia

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Pemerintah menyiapkan stimulus untuk meredam dampak kenaikan harga plastik hingga 100% dengan membebaskan bea masuk bahan baku plastik dan LPG. Kebijakan ini ditujukan menjaga keberlangsungan industri, terutama petrokimia dan UMKM, di tengah gangguan pasokan global.
 
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akan membahas paket stimulus ekonomi untuk industri yang terdampak kenaikan harga plastik dalam rapat bersama Satgas Percepatan Ekonomi Nasional pada Selasa (28/4/2026). Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga bahan baku plastik yang mencapai 50% hingga 100% akibat krisis global dan gangguan pasokan.
 
Harga biji plastik seperti polipropilen (PP) kini menembus Rp.66.900 hingga Rp.102.900 per kilogram, sementara high density polyethylene (HDPE) mencapai Rp.50.000 per kilogram. Kenaikan ini berdampak signifikan pada biaya produksi, khususnya bagi industri makanan ringan dan UMKM yang bergantung pada kemasan plastik.
 
Sebagai respons cepat, pemerintah menetapkan insentif pembebasan bea masuk menjadi 0% untuk sejumlah bahan baku plastik, termasuk polipropilen, polietilen, HDPE, dan linear low density polyethylene (LLDPE). Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Mei 2026 selama enam bulan.
 
Selain itu, pemerintah juga memberikan pembebasan bea masuk impor LPG, yang sebelumnya dikenakan tarif 5%. Kebijakan ini bertujuan menyediakan alternatif bahan baku bagi industri petrokimia yang kesulitan memperoleh nafta akibat konflik di Timur Tengah, termasuk gangguan di Selat Hormuz.
 
Airlangga menyatakan pemerintah juga tengah mencari sumber alternatif nafta guna menjaga stabilitas pasokan dalam negeri. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan biaya produksi, menjaga daya saing industri, serta meminimalkan dampak terhadap perekonomian nasional.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...