Pemerintah Pangkas Anggaran MBG sebanyak 67 Triliun!

Antara

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Pemerintah pangkas anggaran Makan Bergizi Gratis dari Rp335 triliun jadi Rp268 triliun untuk lebih efisien. Ada rencana penghematan lebih lanjut, tapi tetap pastikan program berjalan optimal.
 
Pemerintah pangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk membuat program ini lebih efisien, hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Saat konferensi pers APBN di Jakarta, Selasa (19/05/2026). Pemangkasan anggaran ini untuk memastikan dana Badan Gizi Nasional (BGN) bisa dikelola dengan lebih tepat sasaran.
 
Sampai akhir April 2026, program MBG sudah menyerap Rp75 triliun atau 22,4% dari total anggaran yang ada. Dana ini berhasil menjangkau 61,96 juta penerima melalui 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Angka ini menunjukkan bahwa program sudah berjalan cukup masif dalam waktu singkat.
 
Pemotongan MBG ini bagian dari strategi pengelolaan APBN yang lebih ketat. Belanja negara bulan ini tumbuh 34,3% atau Rp1.082,8 triliun, tetapi pemerintah tetap fokus meratakan penyaluran belanja sepanjang tahun. Realisasi belanja pemerintah pusat tumbuh 51,1% senilai Rp826 triliun, sementara pendapatan negara bertumbuh 13,3% dengan realisasi Rp918,4 triliun. Defisit APBN kini mencapai 0,64% terhadap PDB atau senilai Rp164,4 triliun, yang menunjukkan pemerintah serius mengontrol pengeluaran untuk kesehatan fiskal negara.
 
Purbaya mengatakan ada penghematan lanjutan yang akan datang, tetapi detailnya masih belum pasti. Menurutnya, Presiden sedang menghitung strategi terbaik untuk menghemat tanpa mengorbankan efektivitas program dalam memberikan makanan bergizi kepada murid-murid sekolah. Pemerintah akan lebih selektif dalam pengeluaran tanpa bikin anak-anak sekolah kehilangan hak mendapat makan gratis mereka.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...