Israel Serang Doha, Incar Pimpinan Hamas

Al Jazeera

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Israel menyerang Doha dengan target pimpinan Hamas. Donald Trump kecam dampak perdamaian. Qatar membantah diberi info awal sebelum serangan.
 
IDF (Israel Defense Forces) dan ISA (Israel Securities Authority) melancarkan serangan udara ke ibu kota Qatar, Doha, dengan alasan menargetkan para pemimpin senior Hamas yang bermarkas di sana. Ledakan dilaporkan mengguncang kompleks Hamas di kota tersebut, sementara Israel menyebut operasi itu bagian dari upaya menindaklanjuti serangan 7 Oktober 2023 lalu.
 
Serangan pada Selasa (9/9) ini terjadi kurang dari dua pekan setelah Panglima Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menegaskan akan memburu pimpinan Hamas di luar negeri. Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar bahkan menulis di media sosial, "Semoga semua musuhmu musnah, Israel," sebagai dukungan terhadap operasi tersebut.
 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi dan menyebut serangan ke Qatar berpotensi merusak upaya perdamaian yang tengah diupayakan AS bersama Doha terkait konflik Gaza. Ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bukan dirinya, dan mengakui bahwa Hamas tetap menjadi ancaman yang harus disingkirkan.
 
Qatar membantah telah diberi informasi lebih awal mengenai serangan tersebut, meski Trump mengklaim utusannya sudah menghubungi Doha. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan panggilan dari pejabat AS baru diterima ketika ledakan akibat serangan Israel sudah terdengar di ibu kota.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...