M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Indonesia dan Prancis perluas kerja sama militer, termasuk Rafale, serta dorong investasi energi hijau jelang 100 tahun diplomasi.
Intinya… Indonesia dan Prancis perluas kerja sama militer, termasuk Rafale, serta dorong investasi energi hijau jelang 100 tahun diplomasi.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (28-05-2025), untuk memperkuat kemitraan strategis. Salah satu fokus utama adalah perluasan kontrak pengadaan jet tempur Rafale pada 2022 sebanyak 42 unit. Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani membuka peluang tambahan pembelian dan kerja sama dalam pembangunan
Menteri Pertahanan Prancis menyebut Indonesia bersiap memperluas kontrak pertahanan tersebut. Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang kedua negara dalam memperkuat alutsista dan teknologi militer. Presiden Prabowo menyatakan bahwa kemitraan ini penting bagi stabilitas kawasan dan pembangunan industri pertahanan dalam negeri. Kerja sama ini juga melibatkan transfer teknologi dan pelatihan militer.
Selain sektor militer, Macron dan Prabowo menyepakati visi bersama menuju 100 tahun hubungan diplomatik Indonesia Prancis pada 2050. Deklarasi bersama ini mencakup penguatan kerja sama di bidang budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, dan energi berkelanjutan. Macron menjadi kepala negara Uni Eropa pertama yang mengunjungi Indonesia sejak Prabowo menjabat..
Macron melanjutkan kunjungan ke Asia Tenggara dengan agenda memperkuat posisi Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Di Indonesia, ia juga mendorong investasi di sektor energi terbarukan, termasuk proyek solar panel dan baterai di Riau oleh TotalEnergies dan Royal Golden Eagle. Kunjungan ini mencerminkan diplomasi aktif Prancis di tengah persaingan geopolitik global. Indonesia pun menyambut baik kolaborasi di luar sektor pertahanan.


