M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Rupiah ditutup menguat 0,82% ke Rp16.345 per dolar AS pada Selasa (24/6/2025), didorong gencatan senjata Israel-Iran dan sinyal pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Indeks dolar AS melemah, dan mata uang Asia lain turut menguat. Rupiah diperkirakan tetap menguat dalam kisaran Rp16.300–Rp16.360.
Intinya… Rupiah ditutup menguat 0,82% ke Rp16.345 per dolar AS pada Selasa (24/6/2025), didorong gencatan senjata Israel-Iran dan sinyal pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Indeks dolar AS melemah, dan mata uang Asia lain turut menguat. Rupiah diperkirakan tetap menguat dalam kisaran Rp16.300–Rp16.360.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (24/6/2025), menyentuh level Rp16.345 per dolar AS. Penguatan ini terjadi seiring dengan pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Iran, serta sinyal penurunan suku bunga The Fed yang memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah menguat 0,82% atau 138 poin dari posisi sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,22% ke level 98,20 pada pukul 15:00 WIB. Penguatan rupiah juga sejalan dengan tren mata uang Asia lainnya, seperti won Korea Selatan yang naik 1,38%, peso Filipina (0,80%), dan ringgit Malaysia (0,96%).
Penguatan rupiah didorong oleh beberapa faktor kunci. Pertama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata "lengkap dan total". Konflik yang berlangsung selama 12 hari ini resmi diakhiri setelah kedua belah pihak mematuhi kesepakatan dalam waktu 24 jam. Pasar merespons positif berita ini, mendorong aliran modal asing kembali ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain itu, Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman menyatakan kemungkinan penurunan suku bunga paling cepat pada Juli 2025, didorong oleh meredanya tekanan inflasi. Pernyataan ini melemahkan dolar AS dan mendukung penguatan mata uang negara berkembang.
Dari dalam negeri, defisit APBN per akhir Mei 2025 tercatat sebesar Rp21 triliun (0,09% dari PDB), masih jauh di bawah batas aman UU APBN 2025 (2,29% dari PDB). Realisasi pendapatan negara mencapai Rp995,3 triliun (33,1% dari target), menunjukkan ketahanan fiskal yang baik. Untuk perdagangan besok, rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif namun tetap ditutup menguat dalam rentang Rp16.300-Rp16.360 per dolar AS dalam perdagangan selanjutnya.


