M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Kasus hepatitis A melonjak di Eropa, dengan lebih dari 2.700 kasus pada 2025. Peningkatan terjadi di Spanyol, Prancis, Jerman, dan Eropa Timur, terutama di kelompok rentan. ECDC serukan vaksinasi, sanitasi, dan edukasi publik.
Intinya… Kasus hepatitis A melonjak di Eropa, dengan lebih dari 2.700 kasus pada 2025. Peningkatan terjadi di Spanyol, Prancis, Jerman, dan Eropa Timur, terutama di kelompok rentan. ECDC serukan vaksinasi, sanitasi, dan edukasi publik.
Kasus hepatitis A melonjak tajam di sejumlah negara Eropa. Menurut European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), lebih dari 670 kasus tercatat antara Januari hingga Mei 2025 — hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Peningkatan terbesar terjadi di Spanyol, Prancis, dan Jerman.
Sementara itu, Austria, Ceko, Hungaria, dan Slovakia melaporkan 2.097 kasus. Slovakia menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi (880), disusul Ceko (600 kasus, 6 kematian), Hungaria (530), dan Austria (87 kasus, 3 kematian).
ECDC menyebut kelompok yang paling terdampak termasuk tunawisma, pengguna narkoba suntik, dan komunitas Roma, terutama di lingkungan dengan sanitasi buruk dan akses kesehatan terbatas. Sementara itu, penularan utama terjadi dari orang ke orang dalam komunitas tertentu. Risiko tinggi dialami oleh orang berusia di atas 40 tahun, penderita penyakit hati kronis, dan lansia.
Gejala Hepatitis A umumnya meliputi demam, mual, muntah, nyeri di perut kanan atas, lelah yang berlebihan, dan kulit dan mata menguning. ECDC merekomendasikan vaksinasi kelompok rentan, peningkatan fasilitas kebersihan, dan edukasi komunitas secara luas untuk memutus rantai penularan.


