M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Pemerintah terapkan truk Zero ODOL meski berisiko naikkan harga, demi keselamatan, infrastruktur, dan efisiensi logistik.
Intinya… Pemerintah terapkan truk Zero ODOL meski berisiko naikkan harga, demi keselamatan, infrastruktur, dan efisiensi logistik.
Pemerintah memastikan akan menerapkan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) secara penuh meski berisiko menaikkan harga pangan. Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, mengatakan bahwa penertiban truk ODOL akan meningkatkan biaya logistik karena pengangkutan barang harus menyesuaikan kapasitas, yang akhirnya memengaruhi harga jual di pasar.
Meski demikian, Arief menekankan bahwa keselamatan dan kelayakan jalan lebih penting. Truk ODOL kerap menyebabkan kerusakan infrastruktur serta membahayakan pengguna jalan. Karena itu, penerapan kebijakan ini dianggap penting demi keselamatan jangka panjang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut kendaraan ODOL sebagai penyebab kecelakaan nomor dua pada tahun 2024, dengan lebih dari 6.000 korban meninggal. Ia menegaskan bahwa penerapan Zero ODOL tidak bisa lagi ditunda.
Sebagai pendukung, pemerintah menyiapkan regulasi logistik nasional dan skema insentif. Rencana ini mencakup integrasi data angkutan barang, pembangunan jalan logistik, serta pemberian insentif bagi pelaku usaha yang patuh dan sanksi bagi yang melanggar.


