M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… The Fed kembali menahan suku bunga di level 4,25%–4,50% dalam rapat Juli 2025. Dua anggota FOMC menolak dan mengusulkan pemotongan suku bunga, perpecahan suara pertama dalam 32 tahun.
Intinya… The Fed kembali menahan suku bunga di level 4,25%–4,50% dalam rapat Juli 2025. Dua anggota FOMC menolak dan mengusulkan pemotongan suku bunga, perpecahan suara pertama dalam 32 tahun.
Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25%-4,50% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2025. Keputusan ini menandai kelima kalinya The Fed menahan suku bunga sejak pemotongan terakhir pada Desember 2024. Namun, yang menjadi sorotan adalah terbelahnya suara anggota FOMC dua dari dua belas anggota dewan gubernur, Michelle Bowman dan Christopher Waller, menolak keputusan dan mengusulkan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Peristiwa ini menjadi yang pertama kali terjadi dalam 32 tahun terakhir, mencerminkan perbedaan pandangan yang tajam di internal The Fed.
Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi persnya menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini dinilai tepat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi. Ia menyatakan keyakinannya bahwa sikap "wait and see" akan memungkinkan The Fed merespons perkembangan ekonomi secara fleksibel. Powell juga mengakui perlambatan pertumbuhan ekonomi AS pada semester pertama 2025, dengan rata-rata hanya 1,25%, meski kuartal II-2025 menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan 3% (annualized). Inflasi AS, meski telah turun dari puncaknya di pertengahan 2022, masih berada di atas target The Fed sebesar 2%. Di sisi lain, pasar tenaga kerja tetap kuat dengan penambahan 104.000 lapangan kerja pada Juli 2025, meski ada tanda-tanda pelambatan.
Keputusan The Fed ini tidak lepas dari tekanan politik yang sedang dihadapi. Presiden Donald Trump secara terbuka mengkritik kebijakan The Fed yang dinilainya "terlalu lambat" dan bahkan pernah mempertimbangkan untuk memecat Powell. Selain itu, ketidakpastian akibat kebijakan tarif Trump dan dampaknya terhadap perdagangan global turut memengaruhi pertimbangan The Fed. Powell mengakui bahwa bank sentral masih dalam proses memahami efek penuh dari kebijakan tarif tersebut terhadap perekonomian AS.
Reaksi pasar terhadap keputusan The Fed beragam. Indeks S&P 500 turun 0,12%, sementara Nasdaq justru naik 0,15%. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga sebelum akhir 2025, dengan kemungkinan pertama pada September. Namun, Powell menegaskan bahwa belum ada keputusan pasti dan The Fed akan terus memantau data ekonomi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Keputusan FOMC Juli 2025 ini mencerminkan tantangan kompleks yang dihadapi The Fed dalam menyeimbangkan stabilitas ekonomi, tekanan politik, dan ketidakpastian global. Voting yang terbelah menandakan dinamika internal yang jarang terjadi, sekaligus mengisyaratkan perdebatan sengit tentang arah kebijakan moneter ke depan. Dengan berbagai faktor eksternal yang masih belum pasti, The Fed tampaknya akan tetap berhati-hati dalam setiap langkahnya di sisa tahun 2025.


