Google Pakai ‘Cinnamon Bun’ untuk Android 17, Ini Fiturnya!

samsungmagazine

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Google beri nama kode Android 17 “Cinnamon Bun” setelah Android 16 “Baklava”.
Fitur baru mencakup Material 3 Expressive, peningkatan keamanan, mode desktop, dan antarmuka baru. Rilis diperkirakan Juni 2026.
 
Google kembali melanjutkan tradisi pemberian nama kode internal berbasis makanan penutup untuk sistem operasi Android terbarunya. Setelah Android 16 menggunakan nama kode "Baklava", versi berikutnya, Android 17, akan diberi nama "Cinnamon Bun". Informasi ini terungkap melalui sumber internal Google dan dilaporkan pertama kali oleh situs teknologi Android Authority.
 
Cinnamon Bun, roti manis khas Eropa Utara dan Amerika Utara, dipilih sebagai nama kode Android 17. Keputusan ini sempat memicu pertanyaan mengapa Google tidak melanjutkan urutan alfabet setelah "Baklava" dengan huruf "W". Rupanya, perubahan ini terkait dengan model pengembangan baru yang diadopsi Google sejak Android 14, yaitu Trunk Stable. Dalam model ini, fitur dikembangkan di balik feature flags pada satu cabang utama, sehingga skema ID build juga menyesuaikan. Android 17 menggunakan awalan huruf "C", dan "Cinnamon Bun" dipilih karena "Cupcake" sudah digunakan untuk Android 1.5.
 
Meski nama kode dessert tidak lagi dipakai untuk branding publik sejak Android 10, fitur-fitur Android 17 telah menjadi sorotan. Versi ini akan menghadirkan Material 3 Expressive, yang menawarkan animasi lebih fleksibel, efek blur, dan tema warna baru. Selain itu, Google juga meningkatkan keamanan dengan perlindungan jaringan lokal dan factory reset yang lebih canggih. Pembaruan antarmuka seperti pemisahan panel notifikasi dan Quick Settings, serta mode desktop mirip Samsung DeX, turut dinantikan. Android 17 diperkirakan rilis sekitar Juni 2026, mengikuti percepatan siklus rilis seperti pendahulunya.
 
Sejak 2009, Google konsisten menggunakan nama makanan penutup untuk versi Android, mulai dari Cupcake (Android 1.5) hingga Pie (Android 9). Meski tradisi ini dihentikan untuk branding publik, nama kode internal tetap dipertahankan. Beberapa contohnya termasuk KitKat (Android 4.4), Quince Tart (Android 10), dan Baklava (Android 16). Kini, dengan pola alfabet yang memasuki "putaran kedua", spekulasi nama kode Android 18 (huruf "D") pun mulai bermunculan, seperti "Doughnut" atau "Danish Pastry".

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...