Pagar Ditinggikan, JPO Segera Dibangun di Cikini

Antara News

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Stasiun Cikini menambah tinggi pagar untuk menertibkan penumpang yang kerap melompati akses. Kebijakan ini menuai pro-kontra warga. Sebagai solusi jangka panjang, KAI bersama Pemprov DKI berencana membangun JPO dan fasilitas ramah pejalan kaki.
 
Pagar pembatas akses keluar-masuk penumpang di Stasiun Cikini kini ditinggikan untuk mencegah aksi warga yang kerap melompati pagar meski sudah tersedia akses resmi. Kebijakan ini, yang mulai dikerjakan sejak Sabtu (9/8/2025), dilakukan oleh PT KAI Daop 1 Jakarta demi menjaga ketertiban dan keselamatan.
 
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan pemasangan pagar sejak awal ditujukan agar arus penumpang tidak mengganggu lalu lintas sekitar dan mencegah potensi risiko keselamatan. Volume pengguna KRL di Stasiun Cikini mencapai 25-30 ribu orang per hari kerja, sehingga penataan akses menjadi penting.
 
Namun, kebijakan tersebut memicu pro-kontra. Sebagian warga menilai penambahan tinggi pagar membuat perjalanan lebih jauh. “Biasanya saya loncat pagar kalau ke pasar, sekarang harus muter,” ujar Endang (43). Warga lain, Jessica (25), mendukung penertiban namun berharap akses pintu diperbanyak. “Banyak orang loncat karena pintunya jauh,” katanya.
 
Menanggapi hal itu, KAI bersama Pemprov DKI Jakarta dan Balai Teknik Perkeretaapian Kemenhub berencana membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terkoneksi langsung dengan stasiun. Rencana ini dibahas setelah peninjauan lapangan pada Senin (25/8/2025).
 
“Pembangunan JPO akan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, serta integrasi dengan moda transportasi lain,” ujar Ixfan. Selain JPO, juga akan ada kanopi di jalur pedestrian, trotoar ramah disabilitas di sisi selatan stasiun, dan zebra cross di Halte Pegangsaan Timur.
 
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai peninggian pagar bukan solusi final. “Pagarnya dinaikkan, tapi masalah belum selesai. Warga masih harus jalan terlalu jauh,” ujarnya. Karena itu, Pemprov mempertimbangkan penambahan pintu akses serta pembangunan JPO sebagai solusi jangka panjang.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...