4 dari 5 Pemegang Hak Veto DK PBB Akui Palestina, AS Masih Menolak

msn

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Empat anggota tetap DK PBB mengakui Palestina, hanya AS yang menolak. Pengakuan ini memperkuat momentum solusi dua negara, namun perdamaian diyakini sulit tercapai selama AS tetap mendukung Israel dan menggunakan hak veto di PBB.
 
Empat dari lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang memiliki hak veto kini resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Keempat negara tersebut adalah Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Prancis. Amerika Serikat menjadi satu-satunya anggota tetap yang masih menolak memberikan pengakuan.
 
Pengakuan terbaru datang dari Inggris dan Prancis. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada 21 September 2025 menegaskan langkah bersejarah negaranya. “Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina,” ujarnya.
 
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyusul dengan pernyataan tegas dalam sidang Majelis Umum PBB di New York pada 22 September. “Sesuai dengan komitmen bersejarah negara saya terhadap Timur Tengah, terhadap perdamaian antara Israel dan Palestina, inilah mengapa saya menyatakan bahwa hari ini, Prancis mengakui negara Palestina,” kata Macron.
 
Sementara itu, Tiongkok dan Rusia sudah lebih dulu mengakui Palestina. Beijing secara konsisten mendukung solusi dua negara sejak 1988, sementara Moskow menegaskan kembali sikap yang sudah diambil sejak era Uni Soviet. Presiden Vladimir Putin menegaskan, “Kami telah lama mengakui negara Palestina sejak era Uni Soviet. Pendekatan kami dalam hal ini tidak berubah,”.
 
Meski empat anggota tetap DK PBB sudah mengambil langkah tersebut, jalan menuju perdamaian diyakini masih panjang. Amerika Serikat, sekutu dekat Israel, terus menolak pengakuan Palestina dan kerap menggunakan hak veto untuk menggagalkan resolusi PBB terkait konflik di Gaza.
 
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, menilai agresi Israel di Gaza baru mungkin terhenti jika AS menekan pemerintah Benjamin Netanyahu dan DK PBB bersikap lebih tegas. “Kelihatannya [agresi] akan terhenti jika Amerika Serikat menekan dan Dewan Keamanan PBB mengambil sikap tegas untuk memaksa Israel menghentikan agresinya,” ujarnya.
 
Kini, lebih dari 150 negara anggota PBB telah mengakui Palestina. Dengan empat dari lima pemegang hak veto mendukung, momentum menuju solusi dua negara semakin kuat. Namun, selama AS tetap menolak, prospek resolusi damai masih menghadapi hambatan besar.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...