M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina dengan 320 drone dan 37 rudal, memicu pemadaman di delapan wilayah. ISW mencatat peningkatan serangan mekanis di Donetsk, sementara Inggris melaporkan kemajuan Rusia melambat akibat pemindahan pasukan ke berbagai front.
Intinya… Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina dengan 320 drone dan 37 rudal, memicu pemadaman di delapan wilayah. ISW mencatat peningkatan serangan mekanis di Donetsk, sementara Inggris melaporkan kemajuan Rusia melambat akibat pemindahan pasukan ke berbagai front.
Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina pada Kamis (16/10) pagi waktu setempat, menembakkan 320 drone dan 37 rudal ke wilayah timur Ukraina. Serangan tersebut menghantam infrastruktur energi dan gas nasional, menyebabkan pemadaman listrik di delapan wilayah. CEO Naftogaz, Sergii Koretskyi, menyebut sejumlah fasilitas vital kini berhenti beroperasi. Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan, “Rusia menggunakan setiap hari musim gugur ini untuk menyerang infrastruktur energi kami.”
Menurut Angkatan Udara Ukraina, 283 drone dan lima rudal berhasil ditembak jatuh, namun serangan tetap menimbulkan kerusakan parah, terutama di wilayah Kharkiv dan Poltava. Sekitar 60% produksi gas Ukraina dilaporkan terhenti akibat serangan ini. Kyiv pun kembali meminta sistem pertahanan udara tambahan dari sekutunya, sementara Amerika Serikat tengah mempertimbangkan pengiriman rudal jelajah Tomahawk untuk memperkuat pertahanan Ukraina.
Sementara itu, laporan Institute for the Study of War (ISW) mengungkap perubahan taktik militer Rusia di wilayah Donetsk, dengan peningkatan serangan mekanis menggunakan tank dan kendaraan lapis baja. Dalam dua pekan terakhir, pasukan Rusia melancarkan tiga serangan besar di sekitar Dobropilya dan Konstantinovka, namun mengalami kerugian signifikan.
Di sisi lain, laporan Kementerian Pertahanan Inggris menyebut Rusia hanya berhasil merebut 250 km² wilayah Ukraina pada September, menurun tajam dari 465 km² pada Agustus. Penurunan ini dikaitkan dengan pemindahan pasukan Rusia, termasuk divisi udara (VDV), ke wilayah Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Meski demikian, Rusia masih terus maju di beberapa titik, termasuk Dnipropetrovsk dan Kharkiv, serta berupaya mengepung Pokrovsk, pusat logistik penting Ukraina di Donbas.


