M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Kasus penyakit mirip influenza meningkat di Malaysia dan Indonesia. Pakar imbau vaksinasi flu dan penerapan hidup bersih seperti mencuci tangan, memakai masker, serta menjaga daya tahan tubuh, terutama bagi kelompok rentan.
Intinya… Kasus penyakit mirip influenza meningkat di Malaysia dan Indonesia. Pakar imbau vaksinasi flu dan penerapan hidup bersih seperti mencuci tangan, memakai masker, serta menjaga daya tahan tubuh, terutama bagi kelompok rentan.
Peningkatan kasus penyakit mirip influenza (Influenza-Like Illness/ILI) dilaporkan terjadi di dalam dan luar negeri, memicu kewaspadaan para ahli kesehatan. Lonjakan signifikan terjadi di Malaysia, dimana sekitar 6.000 siswa terinfeksi dan memaksa penutupan sejumlah sekolah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Malaysia pekan lalu, terdeteksi 97 klaster influenza di seluruh negara tersebut, dengan sebagian besar kasus terkonsentrasi di sekolah dan taman kanak-kanak. Angka ini melonjak drastis dari hanya 14 klaster pada pekan sebelumnya. Wilayah Selangor menjadi episentrum dengan 43 klaster, disusul Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Penang.
Sementara di Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat mengonfirmasi tren peningkatan kasus ILI dalam beberapa minggu terakhir. Gejala yang muncul antara lain batuk, pilek, demam, dan nyeri tenggorokan.
"Penyakit mirip influenza merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bisa disebabkan oleh virus influenza sendiri atau virus pernapasan lainnya seperti RSV, Rhinovirus, Adenovirus, Parainfluenza, dan Human Metapneumovirus," jelas Ketua IDI Jawa Barat, M. Luthfi, dalam pernyataan resminya, Jumat (17/10).
Luthfi menambahkan, meski data surveilans nasional menunjukkan penurunan proporsi spesimen positif influenza dari 34% menjadi 26%, kondisi ini belum dapat dikatakan stabil. Durasi gejala yang dialami pasien saat ini cenderung lebih lama, diduga akibat sirkulasi beberapa virus pernapasan, cuaca tidak menentu, atau kondisi imun individu.
Vaksinasi dan Perilaku Hidup Bersih Kunci Pencegahan
Para pakar kesehatan menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah terpenting. Pakar kesehatan masyarakat, Prof. Sharifa Ezat Wan Puteh, menekankan pentingnya vaksinasi tahunan, terutama bagi anak-anak.
Para pakar kesehatan menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah terpenting. Pakar kesehatan masyarakat, Prof. Sharifa Ezat Wan Puteh, menekankan pentingnya vaksinasi tahunan, terutama bagi anak-anak.
"Anak-anak juga dianjurkan untuk menerima vaksin flu. Vaksinasi tahunan sangat penting karena virus influenza terus bermutasi, dan vaksin diperbarui setiap tahun," ujarnya seperti dikutip dari The Star. Vaksin influenza dinyatakan aman untuk individu berusia enam bulan ke atas.
Selain vaksinasi, penerapan protokol kesehatan yang telah terbukti efektif untuk mencegah penyebaran penyakit. Langkah-langkah tersebut meliputi:
-
Mencuci tangan secara rutin dengan sabun atau hand sanitizer.
-
Menerapkan etika batuk dan bersin yang baik dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan bagian dalam.
-
Mengenakan masker di ruang tertutup yang padat atau ketika merasa tidak sehat.
-
Menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat: asupan gizi cukup, istirahat memadai, dan olahraga teratur.
-
Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika demam berlangsung lebih dari tiga hari atau muncul gejala sesak napas.
Kelompok Rentan Perlu Perlindungan Ekstra
Mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis (seperti diabetes, asma, atau penyakit jantung), disarankan untuk lebih waspada. Kelompok ini lebih rentan mengalami komplikasi serius seperti pneumonia dan bronkitis jika terinfeksi influenza.
Mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis (seperti diabetes, asma, atau penyakit jantung), disarankan untuk lebih waspada. Kelompok ini lebih rentan mengalami komplikasi serius seperti pneumonia dan bronkitis jika terinfeksi influenza.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik, mengingat sebagian besar kasus influenza bersifat ringan dan dapat sembuh dengan istirahat yang cukup. Namun, kewaspadaan dan kedisiplinan kolektif dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci untuk memutus mata rantai penularan dan menjaga kesehatan masyarakat di tengah cuaca yang tidak menentu.


