M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… olisi Brasil menewaskan 119 orang dalam operasi besar melawan geng Comando Vermelho di Rio de Janeiro. Operasi ini memicu baku tembak dan dugaan pembunuhan keji terhadap warga sipil. PBB menyerukan investigasi atas tingginya korban tewas
Intinya… olisi Brasil menewaskan 119 orang dalam operasi besar melawan geng Comando Vermelho di Rio de Janeiro. Operasi ini memicu baku tembak dan dugaan pembunuhan keji terhadap warga sipil. PBB menyerukan investigasi atas tingginya korban tewas
Sebanyak 119 orang dilaporkan tewas dalam operasi penggerebekan besar-besaran yang dilancarkan polisi Brasil terhadap markas geng kriminal Comando Vermelho di Rio de Janeiro. Korban terdiri dari 115 tersangka dan empat anggota polisi.
Operasi yang berlangsung selama Selasa hingga Rabu (28-29 Oktober 2025) ini melibatkan ratusan personel polisi dengan dukungan helikopter, kendaraan lapis baja, dan drone. Comando Vermelho, yang dikenal sebagai salah satu jaringan kriminal dan perdagangan narkoba tertua di Brasil, disebut terlibat dalam peredaran narkoba besar-besaran.
Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, melalui platform X menegaskan komitmennya untuk memberantas kejahatan terorganisir.
“Kita tidak dapat menerima bahwa kejahatan terorganisir terus menghancurkan keluarga, menindas penduduk, dan menyebarkan narkoba serta kekerasan di seluruh kota,” tulis Lula, seperti dikutip AFP.
“Kita tidak dapat menerima bahwa kejahatan terorganisir terus menghancurkan keluarga, menindas penduduk, dan menyebarkan narkoba serta kekerasan di seluruh kota,” tulis Lula, seperti dikutip AFP.
Ia juga menyerukan kerja sama terkoordinasi untuk memerangi perdagangan narkoba tanpa membahayakan nyawa petugas dan warga sipil.
Kronologi Operasi dan Kontra-Serangan Geng
Selama operasi, terjadi baku tembak sengit antara polisi dan anggota geng. Comando Vermelho dilaporkan menyita puluhan bus untuk memblokir jalan utama serta menggunakan drone yang dilengkapi bahan peledak untuk menyerang polisi.
Selama operasi, terjadi baku tembak sengit antara polisi dan anggota geng. Comando Vermelho dilaporkan menyita puluhan bus untuk memblokir jalan utama serta menggunakan drone yang dilengkapi bahan peledak untuk menyerang polisi.
Kepala kepolisian menggambarkan operasi ini sebagai tindakan melawan "narkoterrorisme" dan menyatakannya sebagai "keberhasilan". Sebanyak 113 orang ditahan, dan 91 senjata serta sejumlah besar narkoba berhasil disita.
Dampak pada Warga Sipil
Sehari setelah operasi, warga di kawasan Complexo da Penha melaporkan penemuan puluhan mayat di area hutan pinggiran kota, termasuk satu jenazah yang dipenggal. Raquel Tomas, ibu dari seorang remaja 19 tahun yang menjadi korban, mengungkapkan kesedihannya. “Mereka mengeksekusi anak saya tanpa memberinya kesempatan untuk membela diri.”
Sehari setelah operasi, warga di kawasan Complexo da Penha melaporkan penemuan puluhan mayat di area hutan pinggiran kota, termasuk satu jenazah yang dipenggal. Raquel Tomas, ibu dari seorang remaja 19 tahun yang menjadi korban, mengungkapkan kesedihannya. “Mereka mengeksekusi anak saya tanpa memberinya kesempatan untuk membela diri.”
Pengacara Albino Pereira Neto, yang mewakili tiga keluarga korban, menyatakan bahwa beberapa jenazah menunjukkan bekas luka bakar dan dalam keadaan terikat. Ia menuduh sebagian korban tewas dibunuh secara keji.
Respons Pemerintah dan Tekanan Internasional
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas tingginya jumlah korban tewas. Juru bicaranya, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa PBB mendesak investigasi yang cepat dan transparan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas tingginya jumlah korban tewas. Juru bicaranya, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa PBB mendesak investigasi yang cepat dan transparan.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia juga menyatakan keterkejutan atas kekerasan yang terjadi dan menyerukan penyelidikan segera. Sementara itu, hakim agung Brasil, Alexandre de Moraes, telah memanggil kepala kepolisian setempat untuk meminta penjelasan resmi mengenai tindakan yang dilakukan dalam operasi tersebut.
Operasi ini menjadi salah yang paling mematikan dalam sejarah Brasil, menyoroti tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam memberantas kejahatan terorganisir, terutama menjelang KTT iklim COP30 yang akan diselenggarakan di Amazon.


