M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… IHSG mencetak rekor tertinggi baru di level 8.337,06 pada Kamis (6/11/2025), naik 0,22%. Kenaikan didorong oleh saham energi dan konglomerat besar seperti DSSA, BREN, dan ASII, di tengah optimisme atas pertumbuhan ekonomi kuartal III sebesar 5,04%.
Intinya… IHSG mencetak rekor tertinggi baru di level 8.337,06 pada Kamis (6/11/2025), naik 0,22%. Kenaikan didorong oleh saham energi dan konglomerat besar seperti DSSA, BREN, dan ASII, di tengah optimisme atas pertumbuhan ekonomi kuartal III sebesar 5,04%.
Bursa saham Indonesia kembali menorehkan catatan emas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (6/11/2025) berhasil ditutup menguat 0,22% atau 18,53 poin ke level 8.337,06, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru sepanjang sejarah (all-time high/ATH).
Pencapaian bersejarah ini didorong oleh aktivitas perdagangan yang dinamis, dengan nilai transaksi mencapai Rp 18,32 triliun. Pada sesi ini, sentimen pembeli lebih dominan ditandai dengan 394 saham yang menguat, mengalahkan 259 saham yang melemah, sementara 158 saham lainnya stagnan. Penguatan secara luas terlihat pada sektor energi, utilitas, dan industri, meski tekanan sempat terjadi pada sektor kesehatan dan konsumer primer.
Kinerja indeks hari ini ditopang oleh peran signifikan saham-saham konglomerat dan emiten berkapitalisasi besar. Saham DSSA menjadi pahlawan utama dengan melonjak 8,84% ke level Rp 96.000, memberikan kontribusi terbesar yakni 30,07 poin bagi IHSG. Kelompok saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, seperti Barito Renewables Energy (BREN) dan Astra International (ASII), juga menjadi pilar penguat dengan kontribusi masing-masing 6,67 dan 3,34 poin. Tidak ketinggalan, saham-saham afiliasi Happy Hapsoro, yaitu Rukun Raharja (RAJA) dan Raharja Energi Cepu (RATU), ikut meramaikan pesta dengan kenaikan di atas 5%.
Analis menilai penguatan ini merupakan kelanjutan dari momentum rebound setelah aksi ambil untung (profit taking) beberapa waktu lalu. Sentimen domestik tetap optimistik, didorong oleh rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 yang mencapai 5,04% (year-on-year), melampaui ekspektasi pasar.
Dukungan juga datang dari aliran dana asing yang masih positif, yang mencatatkan net buy sebesar Rp 1,31 triliun pada perdagangan sebelumnya. Di sisi eksternal, pasar tetap waspada terhadap perkembangan di Amerika Serikat, termasuk data ketenagakerjaan yang kuat yang berpotensi menunda pemotongan suku bunga The Fed dan ketidakpastian penutupan pemerintah. Dengan fundamental domestik yang solid dan dukungan likuiditas, IHSG berhasil mencatatkan sejarah baru di tengah gejolak sentimen global.
Disclaimer: Keputusan investasi harus didasarkan pada analisis mendalam dan riset mandiri.


