Hoaks Aliran Uang Abdul Wahid ke Jokowi Merebak

Antara News

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Hoaks yang menuduhkan adanya aliran uang korupsi dari Gubernur Riau Abdul Wahid kepada mantan Presiden Joko Widodo kembali beredar. Verifikasi media menunjukkan seluruh klaim bersumber dari tangkapan layar berita yang dimanipulasi.
 
Isu menyesatkan terkait kasus korupsi yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid kembali memanas di media sosial. Sebuah hoaks yang menuding adanya aliran dana dari Abdul Wahid kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebar melalui unggahan tangkapan layar berita yang telah dimodifikasi. Narasi tersebut diproduksi seolah-olah berasal dari media arus utama, lengkap dengan judul sensasional yang mengaitkan Jokowi dengan dana suap hingga miliaran rupiah.
 
Dalam tayangan yang beredar, judul berita sengaja diubah sehingga menggambarkan Abdul Wahid meminta KPK memeriksa Jokowi atau bahwa KPK telah menyatakan Jokowi menerima uang pemerasan. Penelusuran yang dilakukan sejumlah media menunjukkan bahwa judul-judul itu tidak pernah terbit. Sebaliknya, unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi dari artikel asli yang membahas perkembangan penyidikan KPK terhadap Abdul Wahid, tanpa menyebut nama Jokowi sama sekali.
 
Kompas.com menemukan bahwa salah satu gambar memalsukan artikel Gelora News yang sebenarnya berfokus pada pendalaman KPK terhadap aliran dana Rp2 miliar yang disimpan orang kepercayaan Abdul Wahid. Sementara Tempo mengonfirmasi bahwa klaim lain dibuat dengan menyunting berita Berita Satu yang aslinya mengulas penyitaan uang Rp1,6 miliar terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemprov Riau. Identifikasi digital turut memperkuat bukti bahwa tangkapan layar tersebut telah dimodifikasi.
 
KPK menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi keterlibatan Jokowi dalam kasus yang melibatkan Abdul Wahid. Selain itu, masa jabatan Abdul Wahid dimulai setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai Presiden.
 
Merebaknya hoaks ini kembali menunjukkan bagaimana manipulasi visual, terutama format tangkapan layar, menjadi alat efektif untuk menyebarkan disinformasi. Publik diminta berhati-hati dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...