Pemulihan Sumut dan Aceh Pascabencana Terus Dikebut

Detik

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… BNPB melaporkan 166 korban tewas dan ribuan pengungsi akibat banjir–longsor di Sumut, sementara Kemkomdigi memasang 10 titik internet darurat via SATRIA-1 untuk menjaga konektivitas di wilayah terdampak di Sumut, Aceh, dan Sumbar.
 
Upaya penanganan darurat pascabencana banjir dan longsor di Sumatera Utara terus dikebut pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Sabtu (29/11/2025) sore, jumlah korban tewas telah mencapai 166 orang, sementara ribuan warga masih mengungsi di berbagai titik. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa data pengungsi terus berubah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.
 
Di Tapanuli Utara tercatat 600 keluarga mengungsi di satu titik. Wilayah Tapanuli Tengah menjadi daerah terdampak paling parah, dengan sekitar 1.100 kepala keluarga berada di pengungsian GOR Tapanuli Tengah. Adapun Tapanuli Selatan menampung 4.661 keluarga yang tersebar di 12 kecamatan. Kabupaten Humbang Hasundutan mencatat 1.712 jiwa, sementara Mandailing Natal memiliki 1.378 jiwa pengungsi yang tersebar di delapan lokasi.
 
BNPB juga menyoroti kendala akses transportasi. Jalur darat menuju Sibolga dan Padang Sidempuan masih belum dapat dilalui karena kerusakan parah. Meski demikian, distribusi bantuan mulai dilakukan melalui udara, dan rute laut disiapkan setelah KRI milik TNI AL tiba di Sumut.
 
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan percepatan pemulihan konektivitas telekomunikasi di wilayah terdampak banjir besar yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar pada 26 November. Menteri Komdigi Meutya Hafid menyebutkan bahwa pihaknya telah menyediakan layanan internet darurat menggunakan Satelit SATRIA-1 di 10 titik.
 
Enam titik berada di Aceh, dua di Sumatera Utara, yakni Bandara Pinangsori dan MAN 1 Plus Matauli Pandan, serta dua di Sumatra Barat. Meutya mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk mengakses informasi resmi pemerintah dan tetap waspada menghadapi potensi bencana susulan.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...