Kereta Khusus Petani-Pedagang Mulai Beroperasi

CNBC Indonesia

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Kereta Khusus Petani-Pedagang resmi beroperasi di lintas Rangkasbitung–Merak, menyediakan gerbong khusus bagi pedagang dan petani agar dapat membawa barang lebih aman dan nyaman. Layanan ini mengurangi teguran, meningkatkan kenyamanan, serta mempermudah mobilitas usaha kecil.
 
Kereta Khusus Petani-Pedagang resmi beroperasi pada Senin (1/12/2025) di lintas Rangkasbitung–Merak. Layanan baru ini disambut antusias oleh para pedagang yang selama bertahun-tahun mengandalkan kereta untuk mengangkut barang dagangan mereka, tetapi kerap mendapat teguran dari penumpang maupun petugas karena barang bawaan dianggap mengganggu lorong.
 
Perjalanan perdana dimulai dari Stasiun Rangkasbitung pukul 05.30 WIB menuju Stasiun Merak. Para pedagang mengaku merasa “diistimewakan” karena memiliki gerbong khusus yang lebih lapang, sejuk, dan memungkinkan mereka menata dagangan dengan lebih rapi. Sarminah (52), pedagang asal Catang, menyebut baru kali ini ia merasa benar-benar diperhatikan sebagai pengguna layanan kereta.
 
Untuk dapat menggunakan fasilitas ini, pedagang dan petani wajib memiliki kartu khusus yang diperoleh melalui registrasi di loket stasiun. Kartu hijau bertuliskan “Kereta Petani & Pedagang” tersebut bukan tiket, melainkan syarat akses. Tiket perjalanan tetap mengikuti tarif reguler KA Lokal Merak, yaitu Rp 3.000 melalui skema subsidi.
 
Meski demikian, pedagang berharap aturan batas barang bawaan—maksimal dua tentengan berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm—dapat ditinjau ulang. Sejumlah pedagang mengaku biasanya membawa hingga lima tentengan, sehingga pembatasan ini berpotensi menurunkan pendapatan harian.
 
Dalam satu rangkaian KA Lokal Merak, tersedia satu gerbong khusus berkapasitas 73 tempat duduk dengan kursi berhadapan dan area penyimpanan di bawah kursi. Sebanyak 14 perjalanan dilayani setiap hari, masing-masing tujuh dari Rangkasbitung dan tujuh dari Merak.
 
Pada hari pertama, tercatat 87 pengguna memanfaatkan layanan ini hingga pukul 15.00 WIB. Kereta ini diharapkan mempermudah distribusi komoditas lokal sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan pedagang kecil yang selama ini mengandalkan kereta sebagai sarana utama usaha mereka.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...