Protes Besar Terjadi Di Iran, Ratusan Orang Jadi Korban!

RTE

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Protes besar di Iran sejak akhir Desember menewaskan ratusan orang, memicu ancaman intervensi AS, pemutusan internet, penangkapan massal, serta kecaman internasional terhadap tindakan keras pemerintah.
 
Gelombang protes besar mengguncang Iran sejak 28 Desember 2025, menewaskan lebih dari 500 orang dan memicu ketegangan internasional setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan ikut campur jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut. Aksi ini dipicu lonjakan harga dan krisis ekonomi, sebelum berkembang menjadi tuntutan politik terhadap pemerintahan ulama Iran. Menurut kelompok HAM HRANA, sedikitnya 490 demonstran dan 48 aparat tewas, sementara lebih dari 10.600 orang ditangkap dalam dua pekan terakhir.
 
Di berbagai kota, ribuan orang turun ke jalan setiap malam meneriakkan slogan anti-pemerintah, meski menghadapi tindakan keras aparat. Warga melaporkan pasukan keamanan menembaki demonstran dari jarak dekat, bahkan menyerbu rumah sakit yang merawat korban luka. Pemerintah memutus akses internet dan komunikasi internasional, membuat informasi keluar dari Iran sangat terbatas. Banyak warga menyebut kekerasan kali ini sebagai yang terburuk dibandingkan protes 2009, 2019, dan 2022.
 
Trump menyatakan AS siap membantu para demonstran dan tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk sanksi tambahan dan kemungkinan serangan militer. Pernyataan ini dibalas keras oleh parlemen Iran yang mengancam akan menyerang pangkalan AS dan Israel jika intervensi dilakukan. Sementara itu, Sekjen PBB António Guterres menyerukan agar Iran menahan diri dan menghormati hak berkumpul secara damai.
 
Meski menghadapi penindasan, demonstrasi terus berlanjut, dengan warga berkumpul diam-diam pada malam hari untuk menghindari aparat. Rekaman mayat di rumah sakit dan laporan penumpukan jenazah memicu kemarahan publik. Di sisi lain, pemerintah Iran menampilkan situasi normal di televisi nasional dan menyebut para demonstran sebagai teroris. Dunia internasional kini memantau ketat, sementara rakyat Iran tetap berjuang di tengah keterbatasan informasi dan ancaman kekerasan

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...