M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, didorong konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Jumlah pekerja naik jadi 147,91 juta orang, sementara pengangguran turun ke 4,74 persen.
Intinya… BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, didorong konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Jumlah pekerja naik jadi 147,91 juta orang, sementara pengangguran turun ke 4,74 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen sepanjang 2025. Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan tercatat mencapai Rp13.580,5 triliun, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global .
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Kedua komponen ini memberikan kontribusi gabungan sebesar 82,65 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen, dengan peningkatan terbesar berasal dari pengeluaran restoran dan hotel, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat .
Dari sisi ketenagakerjaan, BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja pada November 2025 mencapai 147,91 juta orang, naik 1,37 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Sejalan dengan itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,74 persen, mencerminkan membaiknya kondisi pasar kerja nasional .
Peningkatan jumlah pekerja terjadi seiring bertambahnya angkatan kerja yang mencapai 155,27 juta orang. Sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, disusul sektor perdagangan dan industri pengolahan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh kinerja ekspor yang tumbuh 7,03 persen, terutama dari komoditas nonmigas .
Menurut analisa Talas, pemberitaan mengenai topik ini menunjukkan variasi dalam tingkat kepercayaan. Berita berjudul “BPS catat pekerja RI capai 147,91 juta orang, pengangguran turun” dilaporkan memiliki tingkat bias 58% dan hoax 98%, yang mengindikasikan potensi bias yang signifikan dan tingkat informasi yang sangat tidak akurat. Sementara itu, berita “BPS: Pertumbuhan ekonomi RI 2025 masih ditopang konsumsi rumah tangga” mencatat bias sebesar 56%, dengan tingkat hoax yang tidak dilaporkan.
Data yang dirilis BPS ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan ke depan, terutama dalam menjaga momentum pertumbuhan dan memperluas penyerapan tenaga kerja di sektor-sektor produktif.


