Bapanas Luncurkan Program Stabilisasi Harga Beras dan Jagung Jelang Ramadan 2026

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Bapanas menyiapkan Rp4,97 triliun untuk SPHP beras (828 ribu ton) dan Rp678 miliar untuk jagung pakan (242 ribu ton) guna menjaga stabilitas harga jelang Ramadan–Idul Fitri 2026, terutama di daerah defisit pangan.
 
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memacu penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas beras dan jagung dalam rangka menjaga stabilitas harga menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026. Program ini akan mulai dilaksanakan pada Maret 2026 dengan fokus utama pada daerah-daerah yang mengalami defisit pangan.
 
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyatakan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,97 triliun untuk program SPHP beras, yang setara dengan subsidi untuk 828 ribu ton beras. Sementara itu, untuk komoditas jagung pakan, dialokasikan anggaran Rp678 miliar dengan target penyaluran mencapai 242 ribu ton.
 
Program SPHP jagung pakan ini diharapkan dapat membantu para peternak memperoleh pakan dengan harga terjangkau, sehingga turut mendukung kestabilan harga telur dan daging ayam di pasaran. Intervensi pangan difokuskan pada daerah yang mengalami defisit pasokan untuk memastikan distribusi yang merata.
 
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Pengalaman pengendalian harga pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya menjadi acuan untuk mencegah lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat. Pemerintah berkomitmen memastikan konsumen dapat menikmati harga pangan yang lebih baik dan stabil selama hari besar keagamaan.
 
Berdasarkan analisis platform Talas terhadap pemberitaan terkait topik ini,  menunjukkan tingkat bias sebesar 50% dengan tingkat hoax yang sangat rendah, yaitu 4%. Angka ini mengindikasikan bahwa berita tersebut memiliki keseimbangan dalam penyajian informasi dengan kecenderungan editorial yang moderat, namun secara substansial didasarkan pada fakta yang akurat dan dapat diandalkan.
 
Tingkat ideologi sebesar 69% dalam laporan tersebut mencerminkan adanya pengaruh perspektif kebijakan pemerintah yang cukup dominan, sejalan dengan fokus berita pada program intervensi pangan yang digagas oleh Bapanas sebagai institusi negara.
 
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program stabilisasi harga ini dengan bijak dan turut berpartisipasi dalam mengawasi distribusi pangan di lingkungan masing-masing. Bagi yang menemukan indikasi pelanggaran harga atau distribusi, dapat melaporkan melalui kanal pengaduan yang telah disediakan pemerintah.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...