M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di Jakarta Pusat. Korban mengalami luka bakar 24 persen dan masih dirawat. Polisi membuka posko pengaduan serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
Intinya… Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di Jakarta Pusat. Korban mengalami luka bakar 24 persen dan masih dirawat. Polisi membuka posko pengaduan serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
Kepolisian masih terus mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dalam insiden tersebut, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kondisi korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan karena masih fokus pada pemulihan. Polisi saat ini melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku.
“Korban masih dalam perawatan dengan diagnosis luka bakar 24 persen. Untuk pemeriksaan belum bisa dilakukan karena korban fokus pemulihan,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).
Penyelidikan dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi menerapkan metode scientific crime investigation untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.
Peristiwa penyiraman air keras tersebut diduga terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Saat itu Andrie Yunus tengah mengendarai sepeda motor ketika dua orang pelaku yang berboncengan motor menghampiri dari arah berlawanan.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Akibatnya, Andrie langsung merasakan panas pada tubuhnya dan menghentikan motornya di pinggir jalan sambil berteriak meminta pertolongan warga.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, korban tampak kesakitan dan berteriak histeris setelah disiram cairan tersebut. Warga yang mendengar teriakan segera mendatangi korban untuk memberikan bantuan.
Berdasarkan keterangan KontraS, pelaku diduga menggunakan sepeda motor Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021. Pengendara motor mengenakan kaos kombinasi putih-biru dan helm hitam, sedangkan pelaku yang duduk di belakang memakai masker penutup wajah berwarna hitam.
Sebagai tindak lanjut penyelidikan, Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan khusus di lobi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum. Masyarakat juga dapat memberikan informasi melalui Call Center 110 atau hotline 0812-8559-9191.
Polisi berharap masyarakat yang mengetahui atau melihat kejadian tersebut dapat memberikan informasi untuk membantu mengungkap identitas pelaku.


