M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Konflik Iran-Israel picu lonjakan harga minyak, ganggu WNI di kawasan, dan ancam ekonomi Indonesia dan dunia.
Intinya… Konflik Iran-Israel picu lonjakan harga minyak, ganggu WNI di kawasan, dan ancam ekonomi Indonesia dan dunia.
Ketegangan antara Iran dan Israel semakin meningkat setelah Israel meluncurkan serangan ke Iran, Iran membalas dengan menembakkan rudal ke Tel Aviv, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka. Dampak besar terhadap pasar global, terutama harga minyak yang melonjak drastis. Harga minyak Brent dan WTI naik hingga 13% dalam sepekan setelah serangan balasan terjadi.
Pemerintah Indonesia pun ikut waspada terhadap dampak konflik ini. Selain potensi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat naiknya subsidi bahan bakar minyak (BBM), lonjakan harga energi dapat mendorong inflasi. Selain ancaman fiskal, dunia usaha dan rumah tangga juga akan terdampak melalui kenaikan biaya energi dan bahan baku produksi
Sementara itu, dampak langsung terhadap warga negara Indonesia (WNI) di kawasan konflik, sebanyak 42 WNI yang sedang berziarah di Tel Aviv terjebak akibat penutupan Bandara Ben Gurion, dan saat ini sedang dibantu keluar lewat Yordania oleh KBRI Amman. Kemenlu juga mencatat ada ratusan WNI lainnya di Iran, mayoritas pelajar, yang telah diimbau untuk tetap tenang dan waspada.
Analis menyebut bahwa konflik ini bisa meluas dan berdampak pada distribusi minyak dunia, khususnya jika Selat Hormuz terganggu. Hal ini dikhawatirkan akan menambah tekanan terhadap ekonomi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia. Para pengamat mendorong pemerintah Indonesia untuk bersiap menghadapi skenario terburuk, baik secara diplomatik maupun ekonomi


