M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan AS-Israel. Penunjukan ini memicu dukungan, kritik, dan serta potensi dinasti politik.
Intinya… Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan AS-Israel. Penunjukan ini memicu dukungan, kritik, dan serta potensi dinasti politik.
Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) baru menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Penunjukan tersebut diputuskan oleh Majelis Pakar Iran di Teheran pada Senin (9/3/2026), lebih dari sepekan setelah kematian pemimpin sebelumnya.
Mojtaba Khamenei, ulama berusia 56 tahun dan putra kedua Ali Khamenei, selama ini dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkaran dalam kekuasaan Iran meski tidak pernah memegang jabatan publik. Ia juga memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berperan besar dalam politik dan keamanan negara tersebut.
Penunjukan Mojtaba mendapat dukungan dari Garda Revolusi Iran serta kelompok Houthi di Yaman yang menyebut keputusan itu sebagai kemenangan bagi Revolusi Islam. Sementara itu, China menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghormati kedaulatan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tidak senang dengan penunjukan tersebut dan sebelumnya menyebut Mojtaba sebagai sosok yang “tidak dapat diterima”. Pengangkatan ini juga memicu perdebatan di Iran karena dinilai berpotensi menciptakan dinasti politik dalam sistem yang lahir dari revolusi anti-monarki pada 1979.


