Korlantas Polri Siagakan 161.243 Personel untuk Kawal Arus Mudik Lebaran 2026 dengan Pendekatan Humanis dan Teknologi Modern

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Korlantas Polri menyiapkan 161.243 personel dan 2.746 pos pengamanan untuk mengawal mudik Lebaran 2026 (13–29 Maret). Puncak mudik diprediksi 13 dan 17 Maret.
 
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang diperkirakan berlangsung pada 13 hingga 29 Maret 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13 dan 17 Maret, sementara puncak arus balik pada 24 dan 28 Maret 2026.
 
Sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalur mudik tahun ini. Mereka akan ditempatkan di 2.746 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia. Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai komitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
 
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa tugas pengamanan mudik merupakan kehormatan sekaligus bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Pengambilan keputusan di lapangan akan didasarkan pada teknologi presisi seperti traffic counting untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang lebih efektif. Lima klaster pengamanan utama telah dipetakan, dan perubahan titik rekayasa di jalur tol serta sistem manajemen pelabuhan yang lebih baik disiapkan untuk mempercepat distribusi kendaraan.
 
Di jalur Tol Tangerang–Merak, sistem ganjil genap akan diterapkan untuk mengatur kepadatan kendaraan pada periode 17 hingga 20 Maret dan 23 hingga 29 Maret 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyediakan layanan mudik gratis untuk 30.774 warga yang akan diberangkatkan dari Monas pada 17 Maret dengan armada 709 unit bus.
 
Pertamina turut mendukung kelancaran mudik dengan menyiapkan layanan kesehatan dan fasilitas istirahat di Serambi MyPertamina KM 43. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan infrastruktur jalan nasional dan tol dalam kondisi baik dengan tingkat kemantapan mencapai 93,5 persen.
 
Berdasarkan analisis platform AI Talas terhadap sejumlah pemberitaan terkait dari Kompas, Detik, dan Antara, diperoleh rata-rata tingkat bias sebesar 47,7% dan rata-rata tingkat hoax sebesar 17,4%.
 
Beberapa laporan menunjukkan variasi tingkat akurasi yang cukup lebar. Laporan dengan tingkat hoax tertinggi mencapai 65 persen yang mengindikasikan potensi misinformasi signifikan, sementara sejumlah laporan lainnya memiliki tingkat hoax di bawah 10 persen yang menunjukkan akurasi sangat tinggi. Tingkat ideologi dalam pemberitaan juga bervariasi antara 15 persen hingga 71 persen, mencerminkan perbedaan sudut pandang editorial masing-masing media dalam menyajikan kesiapan pengamanan mudik tahun ini.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments