M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Pesawat Air India rute Ahmedabad–London jatuh sesaat setelah lepas landas, Kamis (12/6/2025). Total 279 orang tewas, termasuk warga sekitar. Satu penumpang selamat. Kotak hitam ditemukan, investigasi difokuskan pada dugaan gangguan teknis.
Intinya… Pesawat Air India rute Ahmedabad–London jatuh sesaat setelah lepas landas, Kamis (12/6/2025). Total 279 orang tewas, termasuk warga sekitar. Satu penumpang selamat. Kotak hitam ditemukan, investigasi difokuskan pada dugaan gangguan teknis.
Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India dengan rute Ahmedabad-London jatuh sesaat setelah lepas landas pada Kamis (12/6/2025) siang waktu setempat. Kecelakaan yang terjadi di kompleks asrama kedokteran dekat Bandara Internasional Ahmedabad ini menewaskan 279 orang, termasuk penumpang, awak pesawat, dan korban di darat. Insiden ini menjadi salah satu bencana penerbangan terburuk di India.
Pesawat bernomor penerbangan AI-171 yang mengangkut 242 orang (230 penumpang dan 12 awak) lepas landas pada pukul 13.00 waktu setempat. Beberapa menit kemudian, pesawat dilaporkan mengalami gangguan dan jatuh dari ketinggian 100 meter, menghantam bangunan permukiman sebelum meledak. Saksi mata menyebut pesawat mengirim sinyal darurat sesaat sebelum jatuh.
Satu-satunya penumpang yang selamat, Vishwash Kumar Ramesh (40), warga Inggris, bercerita kepada media lokal DD News "Awalnya, saya juga mengira bahwa saya akan mati, tetapi kemudian saya membuka mata dan menyadari bahwa saya masih hidup," ujarnya dari rumah sakit.
Dari total korban, 169 merupakan warga India, 53 warga Inggris, 7 warga Portugis, dan 1 warga Kanada. Sebanyak 33 korban di darat adalah mahasiswa kedokteran dan warga sekitar. Proses identifikasi masih berlangsung dengan bantuan sampel DNA dari keluarga korban, termasuk yang terbang khusus ke India.
Menteri Penerbangan Sipil India, Ram Mohan Naidu Kinjarapu, mengonfirmasi kedua kotak hitam (perekam data penerbangan dan suara kokpit) telah ditemukan. Tim investigasi berfokus pada kemungkinan kegagalan teknis atau human error. Boeing sebagai produsen pesawat menyatakan dukungan penuh dalam penyelidikan, mencatat ini sebagai kecelakaan pertama pada seri 787 Dreamliner.
Pemerintah India membentuk komite khusus dengan tenggat waktu tiga bulan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Sementara itu, Tata Group sebagai induk perusahaan Air India berkomitmen memberikan kompensasi 10 juta rupee (sekitar Rp1,8 miliar) kepada keluarga setiap korban dan menanggung biaya pengobatan korban luka.
Tragedi ini memicu perdebatan global tentang standar keselamatan penerbangan, terutama setelah laporan awal menyebut pesawat sempat mengalami masalah teknis. Analis dari berbagai spektrum politik menekankan pentingnya transparansi investigasi dan peningkatan protokol darurat.


