M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya…IHSG ditutup menguat 0,54% ke level 7.155,85, dipimpin sektor bahan baku dan utilitas. Saham AMMN, BBCA, dan TPIA jadi pendorong utama. Di sisi lain, rupiah melemah 0,15% ke Rp16.289,5 per dolar AS akibat penguatan indeks dolar dan ketegangan geopolitik global.
Intinya…IHSG ditutup menguat 0,54% ke level 7.155,85, dipimpin sektor bahan baku dan utilitas. Saham AMMN, BBCA, dan TPIA jadi pendorong utama. Di sisi lain, rupiah melemah 0,15% ke Rp16.289,5 per dolar AS akibat penguatan indeks dolar dan ketegangan geopolitik global.
Pasar keuangan Indonesia pada perdagangan Selasa (17/6/2025), menunjukkan dinamika yang beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan.
IHSG ditutup naik 0,54% atau 38,26 poin ke level 7.155,85 pada perdagangan Selasa (17/6/2025). Meski menguat, penguatan indeks terpangkas jelang akhir perdagangan setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di 7.181,47. Sebanyak 289 saham tercatat menguat, 309 saham melemah, dan 209 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp11,94 triliun dengan volume perdagangan 18,83 miliar saham.
Sektor bahan baku menjadi penguat utama dengan kenaikan 3,16%, diikuti oleh sektor utilitas (1,17%) dan industri (0,74%). Sementara itu, sektor energi terkoreksi 0,69%. Saham-saham seperti Amman Mineral Internasional (AMMN), Bank Central Asia (BBCA), dan Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi kontributor utama penguatan IHSG.
Analis pasar menyoroti sentimen positif dari penguatan bursa saham global, termasuk Wall Street dan bursa Asia lainnya. Namun, ketegangan geopolitik antara Israel-Iran serta antisipasi keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) membuat pasar tetap berhati-hati.
Di sisi nilai tukar, rupiah ditutup melemah 0,15% ke level Rp16.289,5 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang naik 0,14% ke 98,13. Mata uang Asia lainnya, seperti yuan China dan won Korea, juga tercatat melemah.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global dan antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed serta BI.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kisaran Rp16.270–Rp16.265 per dolar AS. Sementara IHSG diperkirakan tetap volatile, dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, kebijakan moneter global, dan data ekonomi domestik.


