M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27), yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani, NTB, setelah proses selama empat hari. Jenazah ditemukan di kedalaman 600 meter dan evakuasi dilakukan lewat jalur darat karena cuaca buruk. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara dan akan dipulangkan ke Brasil melalui Denpasar.
Intinya… Tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27), yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani, NTB, setelah proses selama empat hari. Jenazah ditemukan di kedalaman 600 meter dan evakuasi dilakukan lewat jalur darat karena cuaca buruk. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara dan akan dipulangkan ke Brasil melalui Denpasar.
Tim SAR gabungan berhasil menuntaskan proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27), yang tewas setelah terjatuh dari lereng Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Proses evakuasi yang berlangsung selama empat hari, dan akhirnya selesai pada Rabu (25/6) pukul 13.50 WITA, setelah menghadapi berbagai kendala seperti medan berat dan cuaca buruk.
Kejadian bermula ketika Juliana dilaporkan terjatuh di area Cemara Tunggal, jalur menuju puncak Rinjani, pada Sabtu (21/6) sekitar pukul 06.30 WITA. Tim SAR kemudian menemukan jasadnya pada Senin (23/6) pukul 07.05 WITA, sekitar 500 meter dari titik awal terjatuh, dengan kedalaman jurang mencapai 600 meter. Medan yang berbatu dan berpasir serta kebutuhan pemasangan anchor (titik tambatan) memperlambat proses evakuasi. Upaya menggunakan helikopter juga tidak berhasil akibat kabut tebal yang menyelimuti area tersebut, sehingga evakuasi akhirnya dilakukan dengan tandu darat.
Menyikapi situasi ini, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menutup sementara jalur pendakian dari Plawangan Sembalun menuju puncak sejak Selasa (24/6) untuk memprioritaskan proses evakuasi. Kepala Balai TNGR Yarman Mansur meminta pengertian dari para pendaki dan menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan.
Sementara itu, akun Instagram Presiden Prabowo Subianto sempat dibanjiri komentar dari netizen Brasil yang mendesak pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses evakuasi. Menanggapi hal tersebut, Wamensesneg Juri Ardiantoro menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Ia menyatakan bahwa semua laporan, termasuk yang masuk melalui media sosial, telah ditindaklanjuti oleh tim terkait.
Jenazah Juliana kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB sebelum akhirnya dipindahkan ke Bali untuk menjalani autopsi. Menurut Mike Wijayanti Djohar, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, autopsi akan dilakukan di RS Bali Mandara, Denpasar, pada Jumat (27/6). "Jenazah ini akan dilakukan (autopsi) di Bali, karena kami punya dokter spesialis forensik satu-satunya di NTB sedang ada tugas di Sumatra," ujarnya. Jenazah dibawa melalui jalur laut dari Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, dengan pengawalan polisi.


