Rupiah Menguat, IHSG Ditutup Hijau Tembus 6.887,40

Bisnis

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Rupiah menguat 0,56% ke Rp16.209 per dolar AS pada Kamis (26/6/2025), didorong pelemahan dolar dan sentimen global. IHSG juga naik 0,96% ke 6.887,40, ditopang sektor industri dan keuangan. Meskipun sempat fluktuatif, pasar ditopang aksi beli jelang penutupan.
 
Pasar Indonesia mencatat kinerja positif pada perdagangan Kamis (26/6/2025). Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau meskipun sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari.
 
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,56% ke level Rp16.209 per dolar AS, mengikuti penguatan sejumlah mata uang Asia lainnya seperti yen Jepang (0,92%) dan won Korea (0,59%). Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pelemahan dolar AS dipengaruhi ketegangan antara The Fed dan pemerintah AS, serta menunggu rilis data ekonomi kunci seperti PDB dan inflasi yang akan menentukan arah kebijakan moneter. Faktor eksternal seperti rencana stimulus China dan ketegangan geopolitik di Selat Hormuz juga turut mempengaruhi sentimen pasar.
 
Di sisi pasar modal, IHSG melonjak 0,96% ke level 6.887,40 didorong oleh aksi beli di menit-menit terakhir perdagangan. Sektor basic industri dan keuangan menjadi penyokong utama dengan kenaikan masing-masing 1,42% dan 1,27%, dipimpin oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Meski demikian, secara mingguan IHSG masih terkoreksi 1,02%, mencerminkan sentimen hati-hati investor menyikapi ketidakpastian global.
 
Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai stimulus, termasuk rencana penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) pada Juni-Juli 2025. Ke depan, pasar akan tetap memantau perkembangan kebijakan The Fed, dinamika geopolitik, serta efektivitas stimulus domestik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Disclaimer:
Berita ini disusun untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...