Uji Coba Sekolah Rakyat Digelar di Jakarta dan Bekasi

Detik

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Kemensos uji coba program Sekolah Rakyat di Jakarta dan Bekasi pada 9–10 Juli 2025. Program berasrama ini menyasar anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan fasilitas penuh dari pemerintah. Kurikulum menggabungkan pembelajaran formal dan penguatan karakter. Resmi dimulai 14 Juli di 63 lokasi awal, ditargetkan capai 200 titik dan 20.000 siswa.
 
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memulai uji coba program Sekolah Rakyat di dua lokasi, yakni Sentra Handayani Jakarta dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi. Simulasi ini berlangsung selama dua hari, 9-10 Juli 2025, sebagai persiapan menyambut tahun ajaran baru 2025/2026 yang dimulai pada 14 Juli mendatang.
 
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan sistem pendidikan berasrama selama 24 jam penuh. Proses diawali dengan registrasi dan pembagian kamar asrama, di mana setiap kamar diisi empat siswa dan dilengkapi fasilitas seperti kipas angin, meja belajar, lemari, serta tempat tidur bertingkat. Para siswa juga menerima perlengkapan sekolah gratis, termasuk seragam, sepatu, alat tulis, dan perlengkapan kebersihan.
 
Selama simulasi, siswa menjalani serangkaian kegiatan, antara lain pemeriksaan kesehatan (gigi, tekanan darah, mata, dan telinga), pemetaan bakat melalui tes Talent DNA berbasis AI yang dikembangkan ESQ Corp, serta pengenalan sistem pembelajaran digital berbasis Learning Management System (LMS). Gus Ipul menekankan bahwa tes bakat ini akan membantu guru dalam mengarahkan minat dan potensi siswa secara lebih efektif.
 
Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (Desil 1-2 DTSEN). Salah satu orang tua, Aan Kadarwati (47), mengungkapkan rasa syukurnya karena putrinya, Novita Ardila Putri, bisa mengenyam pendidikan di jenjang SMP tanpa biaya. "Emang anak saya sebenarnya pengen mondok (masuk pondok pesantren). Kata saya, kalau buat mondok saya enggak sanggup. Makanya pas ditawari ketua PKH (untuk masuk Sekolah Rakyat), Alhamdulillah, pak. Saya senang banget," katanya. Gus Ipul menegaskan bahwa semua kebutuhan siswa, termasuk asrama, makan, dan pendidikan, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
 
Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto dan akan dimulai di 100 titik rintisan pada Juli 2025, dengan 63 titik di antaranya memulai matrikulasi pada 14 Juli. Di Jakarta dan Jawa Barat, terdapat 16 lokasi yang siap beroperasi, seperti Sentra Handayani, STPL Bekasi, dan Sentra Wyataguna Bandung. Pemerintah juga menyiapkan 100 titik tambahan dengan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK), sehingga total akan mencapai 200 lokasi yang mampu menjangkau 20.000 siswa.
 
Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang untuk menggabungkan pembelajaran formal di siang hari dengan penguatan karakter pada malam hari, mencakup nilai-nilai agama, kepemimpinan, dan keterampilan hidup. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membentuk generasi yang berkompeten dan berakhlak mulia.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...