M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Cloudflare mengalami gangguan besar pada 18 November 2025, membuat banyak layanan global termasuk X, ChatGPT, BMKG, Facebook, Spotify, AWS down. Masalah berasal dari lonjakan lalu lintas tak biasa yang mengganggu jaringan internal Cloudflare. Perbaikan sedang dilakukan, layanan mulai pulih namun masih tidak stabil
Intinya… Cloudflare mengalami gangguan besar pada 18 November 2025, membuat banyak layanan global termasuk X, ChatGPT, BMKG, Facebook, Spotify, AWS down. Masalah berasal dari lonjakan lalu lintas tak biasa yang mengganggu jaringan internal Cloudflare. Perbaikan sedang dilakukan, layanan mulai pulih namun masih tidak stabil
Layanan keamanan dan infrastruktur internet global, Cloudflare, mengalami gangguan masif pada Selasa (18/11/2025). Insiden ini mengakibatkan sejumlah platform ternama, termasuk X (sebelumnya Twitter), ChatGPT, situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta berbagai layanan lainnya, tidak dapat diakses atau mengalami error oleh pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Gangguan pertama kali terdeteksi sekitar pukul 18.20 WIB. Cloudflare, melalui pernyataan resmi di halaman statusnya, mengonfirmasi terjadinya service degradation pada jaringan internal mereka yang menyebabkan peningkatan tingkat error secara signifikan.
“Kami sedang berupaya memahami dampak sepenuhnya dan memitigasi masalah ini. Informasi terbaru akan segera menyusul,” tulis Cloudfare di halaman statusnya.
Dalam pembaruan berikutnya, perusahaan menyatakan telah mengidentifikasi masalah dan sedang menerapkan perbaikan. “Kami melihat layanan mulai pulih, tetapi pelanggan mungkin masih mengalami tingkat kesalahan yang lebih tinggi dari biasanya seiring upaya perbaikan yang kami lakukan,” jelas mereka.
Dampak yang Menyebar Luas
Menurut laporan dari Downdetector, platform yang terdampak tidak hanya X dan ChatGPT. Layanan seperti Facebook, Canva, Spotify, Amazon Web Services (AWS), BrightHR, dan game League of Legends juga dilaporkan mengalami kendala akses.
Menurut laporan dari Downdetector, platform yang terdampak tidak hanya X dan ChatGPT. Layanan seperti Facebook, Canva, Spotify, Amazon Web Services (AWS), BrightHR, dan game League of Legends juga dilaporkan mengalami kendala akses.
Situs-situs institusi penting juga tak luput dari imbasnya. Bloomberg melaporkan bahwa situs web pemeringkat obligasi Moody’s Corp, regulator energi utama AS, dan otoritas transportasi New Jersey ikut mengalami down.
Penyebab Diduga Lonjakan Lalu Lintas
Seorang juru bicara Cloudflare kepada Bloomberg mengungkapkan bahwa perusahaan mendeteksi lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ke salah satu layanannya, yang kemudian menyebabkan gangguan pada sebagian lalu lintas yang melewati jaringannya. “Kami belum mengetahui penyebab lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ini,” tambah juru bicara tersebut.
Seorang juru bicara Cloudflare kepada Bloomberg mengungkapkan bahwa perusahaan mendeteksi lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ke salah satu layanannya, yang kemudian menyebabkan gangguan pada sebagian lalu lintas yang melewati jaringannya. “Kami belum mengetahui penyebab lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ini,” tambah juru bicara tersebut.
Graeme Stuart dari perusahaan keamanan siber Check Point memberikan konteks atas insiden ini. “Nonaktifnya Cloudflare hari ini mengikuti pola yang sama seperti yang terjadi pada gangguan AWS dan Azure baru-baru ini. Platform ini sangat luas, efisien, dan digunakan oleh hampir setiap aspek kehidupan modern,” ujarnya.
“Ketika platform sebesar ini mengalami kegagalan, dampaknya menyebar luas dan cepat, dan semua orang merasakannya sekaligus,” jelas Stuart.
Ini bukan pertama kalinya Cloudflare mengalami gangguan skala besar. Bloomberg mencatat, pada Juli 2019, sebuah bug pada perangkat lunak menyebabkan ribuan situs web, termasuk Discord dan Shopify, offline hingga 30 menit. Kemudian, pada Juni 2022, gangguan lain memengaruhi lalu lintas di 19 pusat data mereka selama sekitar satu setengah jam.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemulihan penuh masih terus dilakukan oleh Cloudflare. Insiden ini kembali mengingatkan betapa rentannya ekosistem digital global yang sangat bergantung pada beberapa penyedia infrastruktur kunci.


