Gunung Semeru Erupsi, Warga Mengungsi dan Puluhan Bangunan Rusak

Liputan 6

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Gunung Semeru erupsi pada 19 November 2025, memicu status Tanggap Darurat. Sebanyak 1.156 warga mengungsi, sejumlah fasilitas rusak, dan tiga orang luka bakar. Sebagian dari 187 pendaki berhasil dievakuasi. Pemerintah menyiapkan posko, bantuan, dan menutup jalur pendakian.
 
Gunung Semeru mengalami erupsi signifikan pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu penanganan darurat dan pengungsian massal warga. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama tujuh hari, mulai 19 hingga 25 November 2025, untuk mempercepat koordinasi penanganan.
 
Erupsi yang berlangsung dari pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB tersebut memuntahkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur lebih dari 13 kilometer ke arah Tenggara-Selatan, tepatnya ke Besuk Kobokan. Tingkat aktivitas gunung berapi tertinggi di Indonesia itu tetap berada di Level IV (Awas).
 
Dampak pada Warga dan Infrastruktur
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaporkan, hingga Rabu malam, jumlah pengungsi mencapai 1.156 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, dengan titik terbesar di Masjid Ar-Rahmah, Desa Oro-Oro Ombo, yang menampung sekitar 500 jiwa.
 
Erupsi juga menyebabkan kerusakan parah di sejumlah permukiman. Di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, tercatat 21 unit rumah rusak berat. Satu sekolah dasar (SDN Supiturang 02), sebuah musala, dan jalan penghubung antar-dusun juga dilaporkan rusak tertimbun material vulkanik. Selain itu, puluhan hewan ternak warga, termasuk 4 ekor sapi dan 120 ekor kambing, ikut terdampak.
 
Korban Luka dan Evakuasi Pendaki
Insiden ini juga menimbulkan korban luka. Tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat terpapar material panas. Mereka adalah Haryono (48) dan istrinya, Normawati (43), warga Kediri, serta Hosen (44) warga Supiturang. Ketiganya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
 
Sementara itu, sebanyak 187 orang, yang terdiri dari 129 pendaki dan puluhan petugas, porter, serta staf kementerian, sempat terjebak di area Ranu Kumbolo pasca-erupsi. Otoritas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan area tersebut aman karena berada di utara gunung, berlawanan dengan arah luncuran awan panas ke selatan. Hingga Kamis (20/11) siang, proses evakuasi telah dimulai dan 66 orang berhasil diturunkan ke Ranu Pani dengan selamat.
 
Langkah Penanganan
Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mengaktifkan posko pengungsian yang dilengkapi layanan medis dan logistik. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan juga disiagakan penuh.
 
Enam unit alat berat telah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material vulkanik. BPBD Jatim juga telah memberangkatkan tim dan bantuan logistik untuk mempercepat penanganan darurat. Sebagai langkah antisipasi, jalur pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo ditutup total hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...