Kolaborasi Tak Terduga, Apple Pakai AI Google untuk Siri

gadgets360

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Apple menggandeng Google untuk menggunakan model AI Gemini sebagai fondasi pengembangan ulang Siri dan fitur AI generatif, demi mempercepat kemajuan Apple Intelligence. Kerja sama ini tidak eksklusif, tetap mengutamakan privasi pengguna, dan ditargetkan menghadirkan Siri versi AI generatif pada 2026.
 
Apple secara resmi mengumumkan kerja sama dengan Google untuk memperkuat kemampuan kecerdasan buatan (AI) pada ekosistem produknya. Kolaborasi ini akan memanfaatkan model AI Gemini dari Google sebagai dasar teknologi untuk mengembangkan kembali asisten virtual Siri dan fitur-fitur AI generatif lainnya.
 
Kesepakatan ini menandai langkah strategis Apple dalam mengadopsi teknologi pihak ketiga untuk mempercepat pengembangan AI, setelah beberapa kali penundaan rilis fitur AI generatif pada Siri.
 
Menurut pernyataan resmi bersama yang dikutip dari Engadget, Apple menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai teknologi yang tersedia di pasar.
 
"Setelah evaluasi mendalam, Apple menetapkan bahwa teknologi AI Google menyediakan fondasi yang paling mumpuni untuk Apple Foundation Models dan sangat antusias akan pengalaman inovatif baru yang akan dihadirkan untuk pengguna Apple," tulis kedua perusahaan.
 
Sebelum memilih Google, Apple diketahui juga telah menguji teknologi dari OpenAI dan Anthropic. OpenAI sendiri saat ini telah menjadi mitra Apple, di mana Siri dapat mengarahkan kueri tertentu ke ChatGPT.
 
Kerja sama ini akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan. Apple akan memanfaatkan model Gemini beserta infrastruktur dan layanan cloud Google. Namun, sumber yang memahami masalah ini menegaskan bahwa kesepakatan tidak bersifat eksklusif, membuka kemungkinan bagi Apple untuk terus bekerja sama dengan penyedia AI lain.
 
Nilai kontrak kesepakatan tidak diungkapkan secara resmi, namun laporan Bloomberg sebelumnya mengindikasikan bahwa Apple akan membayar sekitar USD 1 miliar untuk mengakses teknologi AI Google.
 
Di tenging kolaborasi dengan raksasa data seperti Google, Apple menegaskan komitmennya terhadap standar privasi yang tinggi. Perusahaan menyatakan bahwa "Apple Intelligence akan terus berjalan di perangkat Apple dan Private Cloud Compute, sambil mempertahankan standar privasi Apple yang terdepan di industri." Hal ini berarti sebagian besar pemrosesan data akan tetap dilakukan secara lokal di perangkat atau melalui infrastruktur cloud yang dikontrol ketat oleh Apple.
 
Langkah ini diambil di tengah tekanan pasar yang menilai Apple tertinggal dalam lomba pengembangan AI generatif. Meskipun telah memperkenalkan "Apple Intelligence" pada 2024, fitur tersebut dinilai belum mampu menyaingi dampak yang diciptakan oleh ChatGPT atau Gemini.
 
Apple pertama kali mendemonstrasikan Siri versi AI generatif di ajang WWDC 2024. Fitur yang semula dijadwalkan sebagai andalan tersebut telah beberapa kali tertunda. Pada Maret 2025, Apple mengumumkan penundaan peluncuran hingga tahun 2026. Rumor terbaru mengindikasikan Siri versi baru ini diharapkan dapat hadir pada musim semi 2026.
 
Dengan kemitraan ini, industri teknologi menyaksikan kolaborasi menarik antara dua raksasa yang biasanya bersaing, demi menghadirkan lompatan kemampuan AI pada miliaran perangkat Apple di seluruh dunia.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...