Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Nasional Hadapi Perubahan Iklim dan El Nino

PukulEnam Newsletter

Bergabunglah bersama ribuan subscriber lainnya dan nikmati berita terhangat yang up-to-date setiap paginya melalui inbox emailmu, gratis!



M.K.S.A (Mager Kepanjangan, Singkat Aja)
Intinya… Siti Hediati Hariyadi meminta pemerintah memperkuat cadangan pangan menghadapi ancaman iklim dan geopolitik. Sementara itu, Amran Sulaiman menyebut stok pangan nasional 28 juta ton dan beras 4,6 juta ton dinilai aman, meski risiko El Nino 2026 tetap diwaspadai.
 
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta pemerintah untuk memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan iklim dan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat di DPR pada Selasa (7/4/2026).
 
Titiek menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan melalui penyediaan benih unggul, pupuk yang memadai, serta dukungan sistem irigasi yang handal bagi para petani. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin tidak terprediksi.
 
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam rapat yang sama memaparkan proyeksi surplus untuk sejumlah komoditas pangan pada Mei 2026, meliputi jagung, gula, telur ayam, dan daging ayam. Stok pangan nasional saat ini mencapai 28 juta ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 hingga 11 bulan ke depan.
 
Amran juga menyebutkan bahwa cadangan beras nasional mencapai 4,6 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dengan stok tersebut, ketahanan pangan dinilai aman untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan terjadi pada 2026.
 
Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan bahwa fenomena El Nino “Godzilla” yang diperkirakan melanda pada 2026 dapat berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat, terutama kelompok rentan. Dampak tersebut, menurut Puan, berpotensi menghantam sektor pangan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
 

Sementara itu, anggota DPR TA Khalid mengusulkan penggunaan pompa berbasis tenaga surya untuk mengatasi kendala distribusi bahan bakar minyak di sektor pertanian. Usulan ini dinilai strategis untuk memastikan produktivitas pertanian tetap berjalan meskipun terjadi gangguan pasokan energi.

Berdasarkan analisis platform AI Talas terhadap sejumlah pemberitaan terkait, diperoleh rata-rata tingkat bias sebesar 50,8% dan rata-rata tingkat hoax sebesar 7,3% dari laporan-laporan yang memiliki data terukur. Selain itu, tingkat ideologi dalam pemberitaan bervariasi antara 7 persen hingga 61 persen, mencerminkan perbedaan sudut pandang editorial dalam menyikapi kebijakan ketahanan pangan dan ancaman El Nino.
 
Pemerintah diharapkan segera menyiapkan langkah-langkah antisipasi yang efektif untuk meminimalkan dampak negatif fenomena El Nino terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional, serta melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap gejolak harga dan ketersediaan pangan.

Ditulis oleh

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
LinkedIn
Email
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kamu mungkin juga suka...